Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham Telkom. Sejak itu saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ/JSX) dan Bursa Efek Surabaya (BES/SSX) (keduanya sekarang bernama Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX), Bursa Efek New York (NYSE) (Diperdagangkan pada tanggal 14 Juli2003) dan Bursa Efek London (LSE). Saham Telkom juga diperdagangkan tanpa pencatatan di Bursa Saham Tokyo. Jumlah saham yang dilepas saat itu adalah 933 juta lembar saham. Sejak 16 Mei 2014, saham Telkom tidak lagi diperdagangkan di Bursa Efek Tokyo (TSE) dan pada 5 Juni 2014 di Bursa Efek London (LSE).[5]
Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Sejak tahun 1989, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia.
Tahun 2001 Telkom membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat. Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.
Pada 23 Oktober 2009, Telkom meluncurkan "New Telkom" ("Telkom baru") yang ditandai dengan penggantian identitas perusahaan.
Komposisi kepemilikan saham
Pada Penawaran saham pada 14 November 1995 dan block sale Desember 1996, komposisi saham Telkom menjadi[6]:
- Pemerintah Indonesia: 75,80%
- Publik free-float: 24,20%
Per 7 Mei 1999, komposisi saham Telkom menjadi:
- Pemerintah Indonesia: 66,20%
- Publik free-float: 33,80%
Per 8 Desember 2001, komposisi saham Telkom berubah menjadi:
- Pemerintah Indonesia: 54,30%
- Publik free-float: 45,70%
Per 16 Juli 2002, komposisi saham Telkom berubah kembali menjadi:
- Pemerintah Indonesia: 51,19%
- Publik free-float: 40,21%
- Bank of New York dan Investor dalam Negeri: 8,79%
Per 31 Desember 2013, komposisi saham Telkom berubah kembali menjadi:
- Pemerintah Indonesia: 53,14%
- Publik free-float: 46,86%
Saat Ini, komposisi saham Telkom menjadi:[7]
- Pemerintah Indonesia: 52,56%
- Publik free-float: 47,44%
Sebelum penawaran saham perdana, Telkom 100% dimiliki Pemerintah Indonesia.
Struktur SAS Witel Sumut Timur
Berikut ini adalah Susunan Struktur SAS WITEL SUMUT TIMUR





